Wednesday, June 29, 2005
Cerita KuraKura, Landak, dan Angsa

Pada suatu ketika, di pinggir sungai yang airnya jernih, hidup seekor kura-kura hijau bernama KuraKura. KuraKura tinggal di dasar sungai, hanya sesekali saja dia berjemur di tepi sungai. Biasanya di pagi hari, saat matahari belum terlalu terik, KuraKura akan naik berjemur, setelah panas mulai menyengat tempurungnya, dia akan berendam lagi menuju rumahnya.

Suatu hari, saat KuraKura sedang berjemur, dia mendengar suara seekor landak yang sedang mengajarkan cara menembakkan duri di depan teman-temannya. Awalnya KuraKura tidak terlalu memperhatikan, "Ah hanya seekor landak biasa, tidak menarik." Si Landak terus berbicara, tak mempedulikan kehadiran KuraKura. Tak terasa, KuraKura mulai mendengarkan isi pidato Landak. "Oh, ternyata Landak ini cukup pintar juga", begitu kata KuraKura dalam hati. Sambil lalu pandangannya mulai beralih ke wajah Landak. "Eh, kalo diperhatikan, Landak ini manis juga lho", gumam KuraKura. Akhirnya KuraKura dengan cermat mendengarkan setiap kata Landak. Dan mulai mengagumi kepandaian Landak. Wah, ngga nyangka, di balik barisan duri itu tersimpan otak yang encer. Tak lama kemudian acara pidato Landak itupun berakhir, dan semua pendengarnya kembali ke tempat tinggal masing-masing. Sebelum KuraKura sempat menyapa dan berkenalan dengan Landak, si Landak telah bergegas pergi, meninggalkan bayangan durinya di sepanjang tepian sungai. Tahu sendiri kan, KuraKura tak bisa berlari secepat Landak ?

Lama berselang, KuraKura tak pernah bertemu Landak lagi. Hingga pada suatu hari, saat KuraKura sedang berlindung di bawah daun-daun teratai yang memenuhi permukaan sungai, KuraKura melihat Landak melintasi pinggiran sungai. Dengan suara lirih dan terkesan ragu-ragu, KuraKura memanggil Landak. Landak merasa ada yang memanggil namanya, lalu menghentikan langkahnya. Landak melihat ke sekelilingnya, melongok ke dalam air, tapi KuraKura yang berada di balik dedaunan tak dapat dilihatnya. Meski demikian, Landak mau mengobrol dengan KuraKura. KuraKura terlalu malu untuk menampakkan dirinya. Pembicaraan berlangsung lancar diselingi senda gurau. Ketika senja menjelang, Landak pun pulang ke rumahnya. Demikian berlangsung selama beberapa lama.

Hingga suatu ketika, Landak berkata, "Kura, kenapa sih kamu ngga mau keluar dari air. Di sini enak lho, hangat. Aku kan ngga bisa masuk ke air. Kamu aja yang ke daratan." KuraKura agak keberatan dengan permintaan Landak ini, "Aku ngga tahan panas, nanti tubuhku mengering."
Landak manggut-manggut tanda mengerti, "Kalo gitu di atas batu di tengah sungai itu saja, aku ngga kena air, kamu gampang kalo mau masuk ke air, setuju ngga ?" KuraKura pun mengangguk setuju.

KuraKura dan Landak pun bertemu di atas batu kali, bercanda ria seperti biasa. Sampai tiba-tiba, Landak berkata, "Kamu ngga pengen jadi angsa ? Pasti kamu cantik deh kalo jadi angsa. Kamu juga akan bisa berlari cepat mengejarku". KuraKura tertegun, bingung mau jawab apa. KuraKura memang mengagumi Landak, tapi memenuhi permintaan Landak itu tak semudah yang diucapkan. Landak masih berbicara dengan penuh semangat, tapi KuraKura sudah tak mampu mencerna semua kata-kata Landak. Yang bisa dilakukannya hanya pura-pura mengerti dan tersenyum. Sejak saat itu, Landak tak pernah datang ke pinggir sungai lagi. Tak juga menunggu KuraKura di batu tempat mereka biasa bertemu. KuraKura sempat tercenung beberapa lama.

Dengan usaha keras, dibarengi latihan lompat batu tiap hari (duh kayak tradisi Nias aja neh), si KuraKura lamban akhirnya berubah menjadi seekor angsa yang cantik, gesit, ramping kakinya. Namanya pun berganti menjadi KurAngsa. Setiap hari KurAngsa berkaca, mematut diri melihat bayangannya di permukaan air sungai. "Betapa cantiknya aku...", begitu gumam KurAngsa dalam hati.

Dari kejauhan tampak bayangan mendekat. Ternyata si Landak yang telah lama tak bersua. Namun KurAngsa pura-pura tidak mengenalnya. "Aku kan sekarang sudah cantik, buat apa berteman dengan Landak penuh duri, huh, bisa-bisa nanti durinya menusuk bulu-bulu lembutku", demikian kata KurAngsa. Landak menyapa dengan agak ragu, "Benarkah kamu KuraKura ?" KurAngsa menjawab dengan ketus, "Heh, siapa kamu, enak aja, namaku KurAngsa. Siapa itu KuraKura ?"
Landak tercengang, tak mampu berkata-kata lagi. Wajah Landak menunjukkan keheranan yang sangat. "Kok KuraKura tak mengenaliku lagi ?" KurAngsa tak peduli, dan meninggalkan Landak yang masih tertegun.


>>> Apa yang kita sangka akan menjadi perubahan baik bagi orang lain, belum tentu akan menghasilkan perubahan sesuai kemauan kita. Jadi, terimalah apa adanya, tidak lebih, tidak kurang. <<<

Posted at 04:52 pm by Nanasbonyok

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments





Previous Entry Home Next Entry




Hope you can find a few knowledges here
   

<< June 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30

Please visit my other blog : SDLC

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed